Sunday, 13 September 2020

The Man Who Sold the World, David Bowie dan Nirvana


                                           
                    

Suatu hari saya pernah baca kutipan wawancara David Bowie ketika ditanya responsnya mengenai lagu The Man Who Sold the World yang didaur ulang oleh Nirvana dan dinyanyikan pada konser unplugged di tahun 1994.

Sambil tertawa kecil dia menyatakan bahwa banyak orang yang lebih tahu lagu itu justru setelah dibawakan ulang oleh Nirvana, bahkan seorang teman Bowie pernah bercerita soal beberapa remaja generasi 90-an yang justru menganggap bahwa Bowie lah yang mengcover lagu tersebut dari Nirvana

Selain versi Nirvana, memang  lagu ini beberapa kali juga pernah dibawakan ulang oleh beberapa Band. Yang jelas, versi Nirvana lah buat saya yang paling menancapkan kesan sampai saat ini. 

 



Saya ingat (kalau tidak salah) MTV Unplugged Nirvana ini tayang pertama kali di Jakarta tahun 1995 disiarkan oleh stasiun TV Indosiar, jam nya saya agak lupa antara 10-11 pagi. Yang jelas saya ingat adalah "cabut" dari sekolah pulang ke rumah dengan alasan ke nyokap, sakit perut. Padahal mau nonton Nirvana, hahaha. 


Friday, 12 January 2018

Menginap di Caravan Taman Safari Lodge

caravan safari lodge

Udah lama banget gak update content di blog ini, hampir 3 tahun, wow!

Oke jadi memang sudah saatnya sharing lagi, khususnya kali ini saya mau sharing tentang pengalaman menginap di Caravan nya Taman safari Lodge, Cisarua.

Liburan tahun baru 2018 kemarin saya memang sudah niat mau ajak anak-anak ke taman safari karena sudah lama juga rasanya tidak kesana, selain itu hadirnya dua panda dari Tiongkok juga bikin saya penasaran.

Mulai deh berburu tiket Taman Safari Indonesia (TSI)  yang kebetulan sedang ada promo di pameran, tiket safari + terusan panda, buy 4 get 1, lumayan hehehe.

Lalu saya mula deh cari-cari info penginapan sekitar sana, dan pilihan jatuh pada hotel dengan konsep yang unik, Caravan taman safari lodge.

Saya menginap di caravan setelah berkunjung ke TSI ya, jadinya ga dapet promo discount masuk TSI yang juga disediakan oleh Hotel Caravan Taman Safari Lodge.

Saya dapat kontak bagian reservasi Caravan dari akun Instagram mereka , lalu langsung chat whatsaap, pilih tanggal menginap dan transfer, menurut saya sih simple dan cepat.
gerbang masuk area caravan
Caravan terletak satu kawasan dengan TSI, jadi buat saya yang udah capek seharian muter-muter TSI gak perlu lagi keluar area tersebut, papan petunjuk jalan pun banyak tersebar yang memudahkan kita menuju Caravan dari TSI.

Anak-anak sangat antusisas melihat kamar mereka, kebetulan saya rahasiakan bahwa kita akan menginap di caravan.

Waktu baru masuk, mereka sempet complain "kok gak ada AC nya?!". Tapi beberapa saat kemudian mereka mulai kedinginan heheheh.

kasur tingkat

Emang dingin banget, makanya saran saya bawa ekstra selimut sendiri dari rumah ya gaes :)

Sekitar area caravan ada air mancur yang sepanjang hari memancurkan air dan suara gemericik airnya bikin kami jadi tambah rileks banget!

kolam di depan area caravan
Kamarnya sendiri cukup nyaman, ada satu kasur tingkat untuka anak-anak, sofa, tv dan satu kasur king size untuk orang tua.

Wifi? ada dan lumayan kenceng.

Air hangat tersedia sepanjang hari di kamar mandi, kolam renangnya walaupun dingin tetep laris manis sama anak-anak di pagi hari.

teras caravan
Sepanjang malam kita akan di manjakan dengan susasana alam yang benar benar natural, belum lagi ada suara Siamang yang memang ada kandangnya dekat area resto.

Dari caravan ke resto juga tidak jauh dan bisa jalan kaki aja untuk brakfast atau ngopi-ngopi

Anak-anak sangat senang dan meninggalkan kesan buat mereka, buktinya belum apa-apa udah ngancem "harus balik lagi, kapan-kapan

Demikian sekilas info, semoga bermanfaat :))

Friday, 7 August 2015

Pasport 24 Halaman Untuk Liburan



Bulan Juni 2015 lalu saya dan keluarga berencana berlibur singkat ke Singapura. Karena si kecil baru pertama kali pergi keluar negeri jadi kami harus membuatkan mereka paspor terlebih dahulu.

Kebetulan juga paspor saya dan istri juga sudah habis masa berlakunya, akhirnya kami berempat membuat paspor di kantor imigrasi.

Sebelumnya kami memang sudah berencana untuk membuat paspor 24 halaman karena selain lebih murah, toh dalam waktu dekat (5 tahun kedepan) memang gak ada rencana mau liburan ke negara-negara yang mengharuskan kami mengurus Visa.

Di sesi wawancara saya lalu ditanya oleh si petugas imigrasi "ini paspor nya 24 halaman? Untuk liburan kan? kenapa gak yang 48 halaman aja sih, 24 itu kan untuk TKI".

Lalu saya bertanya, "Memang ga bisa dipakai untuk liburan pak?". Si petugas menjawab sambil melihat layar komputer " yaaaa.. bisa aja sih, tapi nanti pasti ditanya-tanyain di airport, terutama  ibu (sambil melihat ke istri saya), kalau bapak kan bisa pakai ID Card tempat bekerja".

Saya kemudian berfikir, karena ini adalah pertama kali nya kami liburan ake luar negeri, saya gak mau hal hal aneh menimpa kami.

Lalu saya bilang, "kalau gitu diganti 48 saja apa masih bisa?". Petugas menjawab, kalau punya saya dan istri sudah tercetak, kalau buat anak anak saya masih bisa.

Namun tiba-tiba salah seorang petugas imigrasi nimbrung dipercakapan kami dan mengatakan bahwa gak ada masalah kok paspor 24 halaman dipakai berlibur ke Malaysia, Hongkong, Singapore, Bangkok dan negara bebas visa lain nya.  Akhirnya ya tetep deh kami berempat bikin 24 halaman.

Jujur aja saya kepikiran terus masalah ini, saya takut hal ini akan merepotkan anak dan istri saya di waktu liburan nanti, pusing!

Hingga akhirnya tiba waktunya kami berangkat, proses di imigrasi Jakarta berjalan biasa-biasa saja, tidak ada pertanyaan apa-apa mengenai paspor 24 kami.

Akhirnya  kami tiba di Changi, perut saya mules semules-mules nya, ketakutan dan khawatir. Tapi, Jreng Jreng, proses imigrasi lancar, paspor kami di cek dan langsung di cap! "Welcome to Singapore!"

Jadi buat teman teman yang mencari informasi mengenai apakah paspor 24 halaman bisa digunakan untuk berlibur atau tidak, jawaban nya, Bisa Banget! 




Thursday, 30 July 2015

Yuk ke Taman Burung TMII

Waktu beberapa minggu lalu ramai berita mengenai penyelundupan burung kakak tua jambul kuning yang dimasukan ke dalam botol air mineral, saya berfikir kok bisa manusia setega itu menyiksa mahluk hidup yang dimata saya mempunyai bentuk dan ciri yang indah tersebut.

Kebetulan, anak saya secara tidak sengaja juga smpat beberapa kali menyaksikan berita mengenai kejadian ini di televisi. Namanya anak-anak, saat itu mereka punya banyak sekali pertanyaan mengenai burung kakatua ini yang saya tidak bisa jawab semuanya.

Lalu saya berfikir, kalau begitu saya akan ajak mereka langsung ke Taman Burung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang memang ditunjuk secara resmi menjadi posko pengembalian dan juga  penangkaran burung ini yang digerakan pemerintah melalui gerakan #saveJambulKuning. Sekaligus juga melihat jenis-jenis burung lainnya yang memang menjadi koleksi taman burung tersebut.

Kami tiba di TMII pagi sekitar pukul 10:00, sangat mudah menemukan taman burung ini, ada banyak petunjuk yang akan mengarahkan anda kesana. Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp 20,000/orang (harga sama untuk weekend dan weekdays) kami langsung masuk menuju taman burung dan langsung disambut oleh si Jambul Kuning!

Anak-anak sangat gembira! mereka bukan hanya bisa melihat secara langsung burung lucu tersebut namun bisa berfoto, menyentuh bahkan meletakan di pundak.



Kami lanjut masuk kedalam untuk melihat koleksi taman burung. Taman ini menurut saya punya koleksi burung yang cukup lengkap mulai dari kakatua, elang, gagak, beo, parkit, burung hantu sampai flamingo dan masih banyak lagi.

Tips dari saya, kalau mau jalan kesini siapkan uang receh Rp 5000 ya, karena didalam akan ada banyak sekali tawaran untuk berfoto bersama burung dengan biaya Rp 5,000 untuk satu kali foto.

Setelah lelah berputar-putar, dipintu keluar anda akan langsung disambut oleh rentetan warung yang menjual banyak sekali makanan dan minuman. Harganya tidak terlalu mahal kok, saya waktu itu makan soto ayam seharga Rp 15,000 dan minum es teh manis Rp 8,000. Ada juga air kelapa muda , pop mie dan banyak lagi

Seru, itulah yang bisa saya ungkapkan mengenai taman burung ini, mudah-mudahan makin banyak keluarga yang berkunjung kesini sehingga taman ini bisa terus eksis!

Friday, 15 May 2015

Minggu Pagi di Taman Langsat

Hellooo... kali ini saya mau coba sharing tentang Taman-taman di Jakarta, mungkin khususnya di Jakarta selatan aja dulu kali ya. 

Saya dilahirkan di Jakarta selatan, daerah Radio Dalam lebih tepatnya, sejak kecil saya sering banget diajak ibu saya ke pasar Mayestik yang ada di Jl Kyai Maja, Jaksel.

Sementara kakak laki-laki saya juga beberapa kali ngajak saya main ke pasar burung (hewan) di Barito. Pastinya setelah dewasa pun beberapa kali saya juga main ke Barito ini. 

Tanaman Teratai di Taman Langsat
Nah, di daerah deket-deket situ itu, tepatnya dibelakang Barito dan di seberang Mayestik, ada satu taman yang sering banget saya lewatin, taman yang teduh, ada kali kecil ditengah-tengah dan juga pohon yang rindang, enak banget deh kelihatannya. 

Tapi niat saya untuk main kesana selalu tidak kesampaian karena temen-temen saya waktu ABG selalu ogah kalau diajak kesana, alasanya, hmmm ... ada banyak cerita-cerita yang beredar bahwa taman tersebut angker! Hadeuh!

Sampai akhirnya (saya lupa kapan tepatnya) pada sekitar pertengahan 2014 taman ini diresmikan kembali oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. 

Nah, minggu lalu akhirnya saya dateng langsung ke taman ini mengajak anak anak, istri dan sepupu. Tidak lupa saya bawa bola tendang buat main disana hehehe

Ternyata taman ini jauh dari kesan angker kok, malahan sangat teduh dan cocok buat jogging, ada lapangan badminton nya juga loh. 

Taman Langsat dan Ayodya terletak bersebelahan, kalau di Taman Ayodya anak anak bisa main pasir, main ayunan, dan beberapa alat permainan lainnya. 

Mainan Anak di Taman Ayodya
Sementara di Taman Langsat kita bisa jogging karena memang ada jalan setapak yang bisa juga 
berfungsi sebagai jogging track. 

Main Bola di Taman Langsat 
Cukup lama kami menghabiskan waktu disana, anak-anak seneng banget karena bisa bebas lari-larian kesana kemari malahan sambil guling-gulingan. 

Taman Langsat
Saat itu juga saya inget ucapan Gubernur DKI yang sempet membantah mitos angker yang melekat pada Taman Langsat . "Supaya orang nggak datang ke situ supaya orang bebas pacaran. Orang pengen pacaran enggak diganggu" Begitu katanya waktu itu heheh ada ada aja ya...

Mainan di Taman Ayodya
Yang jelas saat ini taman ini memang jauh dari kesan angker, apalagi waktu saya berkunjung kesana itu pas hari Minggu pagi, wah ramai banget!  Banyak anak anak kecil main, orangtua berolahraga, ada juga beberapa Bule yang jalan pagi disana

"Run , Baby Run!!"

Taman Ayodya
Mudah-mudahan kita bakal banyak lagi menemukan Taman-taman seperti ini di Jakarta supaya bisa menjadi tempat berinteraksi dan supaya anak-anak tidak keasyikan main sama gadget nya hehehe.

Tuesday, 10 February 2015

Arti Lagu No Woman No Cry Bob Marley



Tanggal 6 Febuari lalu Bob Marley berulang tahun, rasa-rasanya sudah tidak perlu berpanjang cerita lagi untuk menjabarkan siapakah sosok yang satu ini.

Musisi yang wafat pada tahun 1981 ini memang karya-karyanya tidak lekang dimakan zaman dan juga mempunyai fans ataupun penikmat karya karyanya dari berbagai generasi.

Ada satu buah lagu Bob Marley yang sempat menjadi hits diberbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, yaitu lagu "No woman No Cry".

Saya sendiri sering menyanyikan lagu ini sambil nongkrong bersama teman-teman pada waktu saya masih SMP sekitar tahun 1995.

Tapi ada satu hal yang membuat saya "gatal" sampai akhirnya merasa harus menuliskan nya di blog ini , yaitu tentang pesan yang ingin disampaikan Bob ataupun arti dari lagu "No Woman No Cry" ini.

Lagu ini dulu sering dinyanyikan oleh teman teman saya yang habis diputusin pacar, habis ditolak cewek, ataupun mereka-mereka yang  merasa hidup akan lebih baik dan lebih bebas tanpa ada pacar atau cewek, waduh!

Secara tekstual memang No Woman No Cry akan mudah diartikan menjadi "Gak ada Cewek Jangan Nangis" atau "Gak ada cewek gak ada tangisan" , namun tahukah kita bahwa ternyata bukan itu pesan yang ingin disampaikan Bob Marley.

Bob memang bukan tipe penyanyi yang doyan membuka apa arti dibalik syair syair lagunya, namun untuk No Woman No Cry ini diyakini bahwa lirik lagu ini bukan sama sekali tentang meremehkan wanita.

Lagu ini sebenarnya adalah ungkapan hati Bob kepada istrinya Rita. Pada masa awal pernikahan nya Bob dan Rita tinggal di lingkungan miskin di Trench town, Kingston, Jamaica. Bob saat itu sering sekali harus meninggalkan Rita untuk pergi keluar kota untuk bekerja.

Tengok saja di bagian refrain, Bob mengulang ulang kata "little darlin" dan juga "dont shed no tears" yang seakan ingin membesarkan hati Rita.

Ya memang reff dan skaligus judul lagu ini yang sering menjadi rancu, "No Woman No Cry" yang mana dalam bahasa Jamaica sebenarnya memiliki arti "No Woman Dont Cry".

Sekilas itu saja yang bisa saya bagi mengenai NO Woman No Cry ini. Jadi buat temen temen yang waktu ABG diputusin cewek trus langsung "nyekek botol" sambil gitaran nyanyi teriak teriak noooo womaan nooo cryyy!! Silahkan tersipu sipu ya

Dan buat teman teman yang betah menjomblo, silahkan cari theme song lain untuk menyemangati hari hari mu :))

#HappyBirthdayBobMarley 
 









Tuesday, 15 April 2014

Pernah Suatu Waktu ..

Pernah suatu waktu aku melawan Ibu, kamu hanya menggeleng dan mengucap istigfar sahdu

Pernah suatu waktu aku memaki Nenek, kamu kemudian menatap tajam tanpa bicara apapun

Pernah suatu waktu aku pura pura lupa jadwal kita mengaji, kamu malah menanyakan kapan ada waktu?

Pernah suatu petang dibulan Ramadhan, kami duduk kekenyangan setelah berbuka, kamu tiba-tiba sudah wangi menuju Isya

*******
Pernah suatu waktu semua memusuhiku, kamu berkata hentikan sebelum bertambah hancur

Pernah suatu waktu aku begitu takut karena ulahku, kamu yang pertama datang mentertawaiku

Pernah suatu waktu aku ragu-ragu, kamu selalu bisa meyakinkanku dengan pengetahuanmu

Pernah suatu pagi  aku pulang kerumah dalam keadaan mabuk, aku tertampar dengan Subuh mu yang ada tepat didepan mataku

*********
"Pernah datang suatu waktu ketika aku dan yang lainnya akan mengingat-ingat betapa kami sangat amat kehilangan mu" 



(Mengenang Anak, Kakak, Suami, Ayah, Guru, Kawan, dan Sahabat kami tercinta : Ahmad Zulfan, 14 Maret 1976 - 11 April 2014)

Wednesday, 18 December 2013

Hari yang terasa panjang dan waktu yang cepat berlalu ...

Aku sangat menikmati menyiapkan sarapan pagi untuk kalian karena cepat atau lambat pasti kalian akan memilih menu kesukaan kalian sendiri dan menolak menu yang aku siapkan.

Setiap pagi aku sangat "excited" memasak bekal untuk kalian bawa ke sekolah karena aku sadar tak berapa lama lagi kalian mungkin akan malu atau malas untuk membawa makan dari rumah dan lebih memilih untuk makan bersama teman-teman kalian.

Akupun sangat menikmati kericuhan dipagi hari saat harus mengantar kalian ke sekolah, karena aku ingin ada cerita nanti kelak saat kalian dewasa mengenai ini, mengenai hal-hal konyol yang kita lihat dijalan setiap pagi, mengenai obrolan-obrolan "ajaib" kita diatas motor.


Aku juga sangat menikmati kata "I Love You Too" yang keluar dari mulut kecil kalian, walaupun harus ku paksa terkadang untuk mengucapkannya, karena aku sadar suatu hari nanti kalian bisa saja tidak suka dengan cara pandangku dan berteriak "I Hate You" ke muka ku !

Tidak akan bisa ditukar dengan apapun menyaksikan kalian masuk kedalam kelas, bagaimana terkejutnya kalian saat aku tiba-tiba ada disekolah untuk menjemput, ataupun sekedar melihat kalian berinteraksi dengan anak-anak lain.

Kalian adalah anugerah, pemberian luar biasa yang dititipkan Tuhan kepada aku dan Ibu mu, aku tidak ingin melewatkan satu pun kesempatan bersama kalian.

Si Kecil kena Penyakit Gondokan / Gondongan



Sore, 
Jumpa lagi di catatan random saya ini hehehe, topik kali ini yang ingin saya bagi bersama anda adalah pengalaman saya mengenai penyakit gondokan atau gondongan pada anak-anak atau bahasa kedokterannya biasa disebut Mumps atau Parotitis. 

Pagi itu, rutinitas kami dimulai seperti biasa yaitu menyiapkan anak-anak ke sekolah, istri saya memandikan Malik anak pertama saya (5th) dan juga sekaligus Kamil adiknya (4th), sementara saya menyiapkan bekal untuk mereka bawa ke sekolah dan setelahnya langsung memanaskan motor. 

Semua berjalan normal saja sampai ketika Malik dipakaikan bedak dibagian lehernya dan tiba-tiba berteriak kesakitan, lalu istri saya meraba bagian yang sakit dan memang ada seperti benjolan kelenjar, saat itu ia berasumsi Malik terkena gondokan, tapi saya bilang mungkin itu bengkak biasa karena kelelahan. 

Sore harinya saat saya dikantor, istri pun mengabarkan bahwa suhu badan Malik panas, nah barulah kami mulai sedikit yakin bahwa benjolah tadi mungkin saja gondokan. 

Karena takut gondoknya akan menyebabkan nyeri berkepanjangan, sore itu juga Malik dibawa ke RS oleh istri saya, dan analisa dokter menyatakan bahwa memang itu adalah gondokan. 

Setelah saya browsing mengenai penyakit ini, ada dua kesimpulan data yang saya dapatkan : 
1. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan merupakan "Self Limiting Disease" atau penyakit yang sembuh sendiri tanpa diobati.

2. Jika sudah pernah terkena penyakit ini, akan kecil kemungkinan untuk bisa terkena lagi, karena tubuh sudah menyimpan/menciptakan imun untuk penyakit ini. 

Tapi, walaupun penyaki ini bisa sembuh sendiri tetep saya cari solusi supaya sakit atau nyeri yang dirasain si anak gak terlalu parah. Akhirnya dokter kasih antibiotik (mencegah terjadi komplikasi penyakit) Parasetamol (penurun panas dan pereda nyeri) serta CTM untuk membuat bengkaknya tidak terlalu besar. 

2 hari pertama Malik setiap 6 jam sekali naik suhu nya sampai dengan 38c , setelah diminumi parasetamol baru perlahan turun dan bis abermain seperti biasa, kemudian dia juga merasa sakit dibagian bawah lehernya yang juga akan hilang setelah diberi parasetamol dan obat-obatan tadi 

Barulah dihari ke 3 lehernya mulai membengkak hehehe... 

Dari beberapa referensi yang saya baca, anak yang terkena gondongan akan mengalami susah makan karena sakit dibagian leher tadi, tapi untungnya Malik mampu makan seperti biasa. 

Kemudian gondongan juga bisa menular melalui kontak langsung dan juga air liur, jadi untuk sementara Malik dan adiknya mendapat ekstra pengawasan dari kami, terutama mengenai alat makan dan minum, tidak boleh bergantian. 

Lucunya, saat saya ceritakan tentang penyakit ini ke Oom saya dan juga saya jelaskan bagaimana Malik dan adiknya harus diawasi ketat supaya tidak menularkan gondokannya, si oom justru punya pendapat berbeda,.

Menurut dia, lebih baik adiknya ditularkan saja supaya bisa menjadi imun dan lebih baik kena saat masih kecil ketimbang dewasa nanti 

Tapi kok saya ga tega ya heheheh, jadi biarlah secara natural jika Kamil memang harus terkena nantinya, dan mudah-mudahan tidak saat dia dewasa. 

Oh ya selama sakit ini malik juga izin dari sekolahnya selama 5 hari karena takut menularkan ke anak-anak lain. 

Alhamdulilah dihari ke lima, Malik sudah sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa lagi. 

Terakhir, saya sempat ditelpon ibu saya saat beliau tau mengenai cucunya yang sakit gondokan, dia menyarankan supaya diberikan BLAO disekitar bengkaknya. Nah saya sih nurut-nurut aja ( maksudnya mengiya kan saja supaya cepet hehehe) 

Sambil penasaran, saya cari apa hubungannya antara blao dengan penyakit ini, saya gak nemu. Tapi, ada satu penjelasan yang menurut saya masuk akal tentang blao ini. 

Jadi si anak dibaluri blao supayaa dia malu dan gak mau main keluar rumah karena wajahnya yang belepotan, dengan demikian si anak akan terpasa dirumah dan beristirahat, sekaligus tidak berinteraksi dan menularkan penyakit tersebut heheheh ... iya juga ya ... 

18 Des 2013



Thursday, 21 February 2013

Pengalaman Sidang Tilang di Pengadilan

ppic: solicatlantara.blogspot.com


Jadi begini... kira-kira 2 minggu lalu saya kena tilang dikawasan Cilandak. Waktu itu sedang diadakan razia oleh polisi lalu lintas tepat didepan gedung Talavera Cilandak, Jakarta Selatan.

Nah, apesnya saya kena diberhentiin, yaudah deh saya langsung kebayang "wah urusan deh nih". Karena kebetulan saat itu SIM saya masih hilang (keselip ga tau dimana).

Yaudah deh singkat cerita, siang itu saya ditilang dan bakalan disidang 10 hari kemudian, yaitu kemarin tanggal 15 Febuari 2013.

Rasa BT plus kesel sambil sedikit deg-degan campur aduk, maklum semenjak tahun 2006 saya mulai rutin naik motor, ya baru ini sekali-sekalinya kena tilang dan harus dibawa ke pengadilan.

Sejak 2006 terhitung saya 5 kali kena tilang, 2X dilepas karena motor masih baru (baru sebulan beli) belom sempet bikin SIM, 1X dilepas karena surat-surat lengkap dan saya cuma salah masuk jalur mobil beberapa meter sebelum bunderan HI.

Yang ke-4 saya kena jam 1 pagi didepan pasar Blok-A dan digiring sama oknum polisi kebelakang Polres, disitu didata dalam gelap bareng 4 bikers lain, malesin banget bayar aja deh ditempat 50ribu. Lah ini yang ke-5 kena deh ke sidang heheheh...

Hari yang ditungu-tunggu tiba, saya udah siap-siap mau berangkat jam 7 pagi, soalnya sidangnya mulai jam 10 dan kata temen-temen sebaiknya dateng pagi-pagi banget supaya antrinya gak parah-parah amat.

Tapi pagi itu ada kabar duka datang, salah seorang sepupu saya meninggal dunia, saya harus melawat dan menjemput Ibu saya dulu sebelum dateng ke persidangan. Akhirnya jam 09 saya cabut ke Pengadilan Negeri  Jakarta Selatan di Jalan Ampera, Cilandak Jaksel.

Wuiiiih dari jarak 500 Meter udah macet dan padat kendaraan, yang parah apa? Calo buanyaaak banget heheheh. Akhirnya saya parkir di POM Bensin depan pengadilan, saya tiba sekitar pukul 10:20. Saya langsung diserbu Calo dengan iming-iming bakal cepet prosesnya, 20 menit selesai, gak antri dll.

Tapi saya emang dari awal penasaran, pengen tau kayak apa sih ini sidang tilang, saya tolak calo-calo tersebut dengan baik-baik sambil mengatakan saya mau belajar, mau tau kaya apaan rasanya.

Sampe di POS, sudah ada sekitar 100-150an orang yang antri, BUSET !! dapet jam berapa nih gw, begitu deh kira-kira dalam hati. Saya langsung menuju POS-1 tempat penukaran surat tilang dan dapet nomer antrian. Saya dapet urutan 488, semmentara waktu itu baru nomer 300an.

Tapi ternyata cepet kok, tidak sampai 45 menit nomer saya dipanggil deh, langsung ke loket-2 bayar denda (1 Pasal Rp,80,0000) STNK saya balik deh heheheh... !!

Yagitudeh,,, mudah-mudahan bermanfaat yes !



Thursday, 31 January 2013

Eh, Kemana Perginya Layar Tancep ya?



Tunggu... sebelum baca tulisan ini, harap dimengerti ya kalo ternyata sebenarnya di bagian-bagian lain Jakarta ternyata Layar tancap masih banyak ditemukan, maklum saya jarang jalan-jalan... hihihihi

Jadi begini, waktu usia saya sekitar 13 - 14 tahun atau kelas 1 - 2 SMP, saya sering nangis-nangis minta izin ke Ibu saya untuk diizinkan ikut begadang sama teman-teman lingkungan rumah yang rame-rame mau nonton layar tancep.

Pertamanya pasti ibu saya tiak mengizinkan, dengan alasan bermacam-macam deh pokoknya, dari mulai takut filemnya berbau porno sampai dengan angin malam yang bisa bikin saya masuk angin, maklum deh soalnya layar tancep ini memang digelar dilapangan terbuka yang angin nya ekstra kenceng.

Tapi setelah saya janjikan bahwa kalo pas adegan "unyu" saya tutup mata dan saya ambil jaket super tebel serta kupluk atau topi untuk obat kedinginan, Ibu saya luluh jugak deh, "habis nonton langsung pulang, gak nongkrong-nongkrong lagi" begitu pesannya hehehe...

Singkatnya, malam itu saya dan teman-teman sekitarr 10 orang atau lebih akan bareng-bareng jalan kaki menuju tempat digelarnya layar tancep. Tahun itu sekitar 1994, biasanya kalau ada yang "hajatan" pasti hampir selalu mengadakan acara nonton layar tancap.

Suasana sekitarnya pun selalu sama, remang-remang cenderung gelap, suara mesin pemutar film yg berisik, suara film yang stereo (katanya), anak-anak muda berpasangan, ada yang sibuk main koprok, sampai dengan barisan penjual kacang dan bajigur yang selalu hadir dan berharap-harap cemas supaya enggak turun hujan, maklum walaupun yang turun cuma gerimis acara ini bisa bubar alias Misbar (Gerimis Bubar)

Film-film yang diputar pun cenderung sama, mulai dari serial silat Saur Sepuh, Tutur Tinular sampai dengan film-film nya Oom Barry Prima : )

Biasanya film diputar sampai pukul 01:00 atau 02:00 pagi, yang diputar kayaknya bisa sekitar 3-4 film atau lebih. Saya pun  cukup menikmati masa-masa itu, malahan filmnya jarang saya tonton, yang lebih saya ingat justru saat-saat saya  bersama teman-teman, patungan beli kacang, beli bajigur dan bandrex he he he ...

****************

Sekarang, sepertinya sudah sangat jarang saya mendengar anak-anak ABG nonton layar tancep. Hiburan kampung ini seakan sudah gak laku dan ditinggalkan , gaung-nya sudah tidak kedengaran lagi. Penyebabnya (menurut saya) bisa bermacam-macam.

Diantaranya mungkin karena saat ini bisa dibilang hampir setiap rumah sudah punya yang namanya DVD player yang memungkinkan bagi mereka untuk nonton filem apa aja kapan aja, gausah nunggu layar tancep.

Dan yang mungkin paling "telak" adalah fakta bahwa saat ini keluarga-keluarga yang mengadakan "hajatan" dikampung-kampung memang lebih memilih untuk mengadakan Dangdutan ketimbang menggelar layar tancap.

Bagaimanapun, saya bangga pernah ada dijaman tersebut, sebagai anak kampung yang rela jalan jauh-jauh cuma buat nonton film yang saya tonton juga enggak tuh.

Paling tidak nanti saya bisa ceritakan ke anak-anak saya mengenai layar tancap ini, bahwa hiburan ini pernah menjadi salah satu yang paling digemari dijaman nya : )

Saya dan Si Doyok




Pagi itu usai mandi dan sarapan seperti biasa saya langsung lari ke ruang tamu dan mengacak-acak tumpukan koran, satu persatu saya perhatikan tanggalnya, manakah edisi terbaru dari Pos Kota hari ini. Maklum saja dirumah saya dulu suka tercampur-campur edisi korannya, karena yang baca suka males ngelipet.

Saya bukan mau baca berita harga beras naik atau Presiden meresmikan proyek klompencapir, tau apa saya tentang semua itu? lah wong umur saya paling baru 5 tahunan. Yang saya cari dari Pos Kota setiap hari adalah Koran Doyok.

Sedikit sekali yang saya ingat tentang hari-hari  jaman kecil saya itu, beruntung bahwa kegembiraan saya membaca Lembergar Pos Kota atau yang lebih populer dengan sebutan koran Doyok ini masih terjaga rapih didalam ingatan saya.

Saya masih ingat Bagaimana dengan asiknya membaca satu persatu komik yang ada didalam Lembergar yang setiap edisinya diselipkan di sela-sela halaman koran Pos Kota.

Ritual itulah yang menurut orangtua saya akhirnya membuat saya lancar membaca di usia saya yang ke 4 tahun.

Barangkali hal itulah yang seakan membuat saya dengan Koran Doyok ini selalu punya ikatan emosional, Ibu saya berulang-ulang dengan bangga dan sedikit geli selalu bercerita "itu loh si Nandi, umur 4 tahun udah bisa baca koran Doyok dia"

Rasa rasanya wajar kalau saya lancar membaca karena Doyok, karena memang keluarga saya bertahun-tahun berlanggana koran Pos Kota.

Entah siapa yang perama kali mengenalkan saya pada sosok Doyok ini dan bagaimana hingga akhirnya saya keranjingan membacanya

Bahkan, saya masih ingat jelas bahwa pernah suatu waktu saya dirawat di Rumah Sakit, waktu usia kurang lebih 6 tahun, dan masih lekat diingatan saya bagaimana saya meminta dibawakan Lembergar Doyok itu setiap paginya : )

*******
Dia mengenakan baju lurik khas Jawa dan tidak pernah copot blangkon, celananya ngatung serta sesekali digambarkan mengenakan sendal jepit.

Gayanya yang lugu, kocak serta spontan dalam menanggapi isu - isu update, baik itu mengenai permasalahan sosial, budaya ataupun kejadian lainnya, menjadikan Doyok sangat merakyat dan seakan-akan menjadi suara yang mewakili suara masyarakat kebanyakan.

Gaya yang dibawakan pun nyaris selalu sama, terbagi menjadi rata-rata lima frame. Di frame pertama biasanya Doyok akan muncul dengan gayanya yang sok serius, pun di frame ke-dua dan ke-tiga, Ia masih akan meracau mengenai sebuah permasalahan, tetap dengan gayanya yang agak sok tahu.

Barulah di frame ke empat biasanya muncul karakter-karakter lain yang menjadi lawan bicaranya. Dan di frame terakhir akan ada komentar Final yang diiringi dengan ke-kagetan ataupun ekspresi kocak dari tokoh-tokoh pemeran.

Begitu simple nya si Doyok inilah barangkali yang menjadikan jalan ceritanya mudah diikuti, Ia membawa masalah-masalah yang bisa dibilang berat dengan gayanya yang santai danspontan serta bahasa yang ringan.

********
Sekarang saya sudah jarang, bahkan hampir tidak pernah membaca edisi cetak si DOyok, selain karena sudah tidak ada yang berlangganan Pos Kota lagi, mungkin sekarang bacaan atau sumber informasi saya sudah bergeser ke hal-hal yang digital alias internet dan tetek bengeknya.

Sesekali saya masih menyempatkan ngintip Lembergar versi digital di website poskota, walaupun sudah sangat amat jarang

Namun, setiap saya dengar ocehan Ibu saya mengenai bagaimana saya dengan lancar bisa membaca "koran Doyok" di usia saya yang masih kecil itu, ingatan saya langsung menuju ke masa-masa kecil tadi, mulai dari situasi, gambar background lingkungan si Doyok yang selalu sama, gigi nya yang nongol, hingga bau koran yang menyengat, seakan masih tersimpan.

Selamat Jalan Pak Kelik "Doyok" Siswoyo, terima kasih atas kenangan visual yang indah di masa lalu yang terbawa hingga kini

Monday, 9 November 2009

Dua Kali

Dua kali saya berada di kamar bersalin beraroma alkohol bercampur karbol. Dua kali saya ngeliatin Istri saya nahan sakit ngeden kiri ngeden kanan, setengah jumpalitan. satu kali tangan kiri saya Lecet karena di cengkram istri saya waktu ngeden.... begini kira-kira ceritanya

Desember 2006, Tgl 12 (lepas Maghrib)
saya kerja shift sore di plaza eX (iklan), dan istri saya sudah masuk RS PURI CINERE (iklan lagi) karena ternyata sudah ada *bukaan, saya berharap si calon Bayi lahir setelah saya pulang kerja tapi ternyata kenyataan berkata lain, si bayi mbrojol sekitar pukul 18:30, padahal jam 17:30 saya masih telpon istri saya, dan dia jawab nya santay2 aja sambil makan Donat jatah Snack dr RS. "masih lama Beb.." gitu katanya. Saat itu juga saya yg memang sedang istirahat Shalat Maghrib memutuskan untuk meninggalkan Thamrin menuju Cinere, melaju kencang sepeda motor saya, miring kiri-miring kanan, klakson sana klakson sini...persis adegan di film2 action hollywood seperti Ghost atau sesame street. wah tapi telat...saat saya sampai si bayi sudah lahir secara Normal dgn berat 2,7 Kg dan panjang 51 Cm... si bayi sempat kuning dan menginap 1 hari lebih lama di RS.

Almh. Gilby Kinara Arthasilla.


11 Apr 2009 (Pagi)
Karena ini sudah masuk ke minggu 40 (kalo ga salah) dan si jabang bayi belum juga menunjukan tanda2 mules atau kontraksi, maka sesuai dgn perintah dokter pagi pagi kami (saya dan istri) pesen kamar di RS PURI CINERE untuk melaksanakan proses *Induksi. seharian istri saya mereng ke kiri, mereng ke kanan, merem melek, nyengir, nangis, nahan sakit nya infusan yg dimasukan untuk membuat kontraksi. akhirnya sampai dgn pukul 20.00 cuman dapet bukaan 3... saya dan istri diminta untuk beristirahat
di kamar pasien dan diminta kembali ke ruangan Induksi pada pukul 06.00 pagi !! (gila)

12 Apr 2009
Infus ditancap, kasur direbah, pemandangan sama lagi kaya kemaren, nyengir,miris,miring,manyu
n,jumpalitan...akhirnyaaaa jam 12,0 istri saya dibawa ke Ruang Bersalin..Masa Allah.. Deg2an, takut,bingung tapi ada sedikit perasaan senang.. wah saya harus menerapkan tips2 yg saya dapet dr Internet untuk menemani proses kelahiran normal, sekaligus mempersiapkan kamera digital untuk mengabadikan proses demi proses tsb . TAPI Boro-Boro kepikiran ama tips apalagi kamera , yg ada saya di buat stress sama pasien dikamar sebelah yg tereak2 (lg ngelahirin) "Allahu AKbar!! Allah maha Besar, Astagfirullah, Dokter saya mau Beol,sakittttt...bla bla bla...." ciut deh gw! tapi saya sudah bertekad untuk menemani istri jadi ya saya kuat2in...
sekitar Pukul 13.30 istri saya ada dipuncak mules .. sekitar 14.00 si bayi akhirnya bisa Alhamdulilah dikeluarkan dgn selamat. Bangga sekali saya bisa menemani istri saya melahirkan seorang bayi dgn proses normal dengan Berat 3,9 dan panjang 51cm. saking bangga nya sampe mangap dan diem aja diajak ngobrol dokter. si bayi sempat kuning dan menginap 1 hari lebih lama di RS. Perjuangan seorang ibu belum berhenti krn dia masih harus bolak balik ke RS untuk nyusuin anak nya, sampe tidur di parkiran mobil karena menolak buka kamar di RS.

Olvir Al Malik Jamalullail

Sept 27 2009
Sejak Hari Raya Idul Fitri Istri saya sudah merasakan Kontraksi, hal ini membuat dia STRESS dan tidak bisa tidur semalaman.. jam 12.00 sudah mulai keluar darah dan flek2 tapi intensitas mules dan kontraksi masih agak jarang. akhirnya saya putuskan untuk membawa dia ke RS untuk diperiksa. Ternyata Bener..udah bukaan 3! waduh! tapi ada sedikit masalah, detak jantung si Bayi terlalu cepat dan berdebar , hal ini dikarenakan si Ibu tegang dan stress..akhirnya istri saya dikasih obat penenang, alih-alih tidur dia malah tersiksa karena kontrkasi yg semakin membuat saakit perut, pukul 20.00 dokter menyarankan istri saya untuk (lagi) mengkonsumsi obat penenang. boro-boro bisa tidur istri saya malah seperti kecapean, krn dia ngantuk tapi terjaga dan terbangun terus oleh kontraksi si bayi...

Sept 28 2009
01.00 Pagi, istri saya dibawa ke kamar bersalin, tentu saja sebagai seorang laki-laki yang sudah berpengalaman berada di kamar bersalin saya masih terlihat santai2 aja (padahal Deg2an). bukaan demi bukaan berlalu sampai akhirnya istri saya merasa tidak kuat .. ya mungkin karena dia belum tidur selama hampir 24jam ditambah dgn efek dr Obat2 penenang tadi... akhirnya dia memutuskan untuk mau di OPERASI AJAH!! waaaaaa...saya kaget dan takut. pikiran saya kemana2, melihat wajah istri saya yg lemes keabisan tenaga tambah ngaco pikiran saya. akhirnya saya tanya ke Bidan apakah mungkin untuk dilakukan proses operasi malam ini juga, jawaban nya adalah Mungkin, tapi harus menunggu 2-3 jam lagi. Si Bidan juga mengisyaratkan bahwa istri saya pasti bisa melahirkan secara normal arena bukaan sudah bagus dan posisi bayi udah siap edar alias udah ready!
menit demi menit berlalu...kesakitan demi kesakitan terjadi...akhirnya pkl 02.30 pagi lahir deh seorang bayi laki laki dgn proses persalinan Alhamduliah Normal dengan berat badan 3,6 kg dan panjang 50cm. rasa sakit berubah jadi rasa lega, tangis pecah bercampur tawa, perut buncit jadi kosong.. emg hebat lu beb..


Gisli Al Kamil Salafussalih


Dari 2 pengalaman tadi, ada satu adegan yg paling saya suka, yaitu ngintip kepala bayi keluar mulut rahim...WOW!! Amazing! Subhanallah... gak kaya orang, kaya kucing.. hehehehe
Ya kira-kira seperti itu.. mudah2an tulisan ini bisa menjadi inspirasi baik bagi calon ayah ataupun calon ibu untuk berani Hamil dan melahirkan.

#fernandiAgustian 

Wednesday, 22 July 2009

Lagi,.

Pagi tadi (17 07 09) seperti biasa bangun pagi saya menyempatkan Subuh lalu menonton Berita di TV sambil menikmati Kopi hitam yg memang wajib ada setiap pagi. setelah putar sana sini, channel sana channel sini..tidak ada berita yg mencolok selain persiapan All star PSSI menjamu M.U dan juga intrik intrik politik menjelang pengumuman resmi KPU ttg siapa pemenang Pilpres lalu. satu-satunya yg cukup mengagetkan saya adalah pengakuan KD (Krisdayanti) bhw dia, pd tahun 1998-1999 adalah seorang pecandu Shabu-shabu...hmm saya sebenernya sdh mengetahui hal ini kemarin dr forum-forum di media internet, tetapi..mendengarkan nya langsung dari mulut ybs (apalagi kalau gak salah tahun itu dia sdg membintangi sinetron Ramadhan yg sgt digemari ibu dan kakak perempuan saya) kok rasanya agak menggelikan.

sekitar 06:30 Malik keluar kamar, dan setiap Malik keluar kamar suasana Rumah memang harus dipenuhi dgn nuansa-nuansa kekanak2an (itu perintah beliau) dan sayapun memang harus selalu mengganti channel TV ke Baby TV..heheheh...

setelah puas bermain bersama malik, sekitar pukul 08:00 mertua saya menelpon istri saya mengabarkan bhw ada dua ledakan terjadi di kawasan Kuningan.. saya menyalakan TV..sejenak saya mencoba menenangkan perasaan saya dgn mengatakan dalam hati ..oow ini cuma ledakan kecil tak ada yg perlu dikhawatirkan, mungkin ini kecelakaan kerja atau ini adalah kelalaian petugas dapur yg bisa saja terjadi dimanapun.. tapi setelah gambar2 di TV itu mulai terasa akrab dimata saya, saya Kelu !! lagi-lagi saya merasakan perasaan yg hampir lupa saya rasakan, perasaan yg sama yg pernah saya rasakan, kekagetan mencengangkan yg pernah saya rasakan, dan gambar2 di TV yg sangat amat saya takuti untuk kembali melihatnya terjadi,..Marriot dan Ritz di Bom.. Bom, bukan diesel atau kompor yg meledak.

saat itu juga semua rencana2 Jumat yg indah ataupun long weekend yg akan saya susun bersama keluarga terasa hambar.
memang akan terlihat atau terdengar cengeng ataupun sedikit berlebihan utk ukuran laki2 "sebesar" saya meratapi tragedi2 seperti ini, akan tetapi itulah kenyataan nya, saya sentimentil dan sensitif melihat "bule-Bule" digotong berlumuran darah, melihat orang-orang lari kalap, melihat Polisi kebingungan harus melakukan apa, melihat puing, kaca dan bongkahan kayu..

Tepat jam 12 siang saya hadir di Masjid depan kantor untuk "meeting" dgn pemilik nyawa dan rejeki saya..Allah. saya agak menyesalkan Kutbah Jumat yang sama sekali tidak menyentuh tragedi pagi tadi, BOHONG kalau si Khatib bilang dia tidak tahu, saya tidak harapkan belasungkawa tapi saya harapkan ketenangan akan saya dapatkan dr kutbah tadi..tapi sudahlah Khatib juga Manusia, mungkin fleksibilitas nya kurang Ustad yang satu ini.

setelah Shalat tanpa saya sadari saya terbawa kedalam suasana..dari doa utk keluarga,kakak adik dan saudara hingga ke peristiwa Kuningan pagi tadi. saya menangis, saya menangis membayangkan jika peristiwa tadi terjadi pada anak istri, bapak, mama, papa, mas, mbak saudara teman saya. Ya Allah Lindungilah aku dan keluargaku dr bahaya ya Allah..itu pintaku siang itu. Amin.

tenggelam saya didepan layar laptop, mulai berdatangan kabar2 yg simpang siur dari mulai ditemukan nya Bom di FX Plasa yang sampai saat tulisan ini saya buat belum ada rilis remi dr pihak berwenang ttg hal tsb, sampai dgn telah di Rilis nya 8 titik yg akan dijadikan target selanjutnya bagi para pelaku terorisme ini dan juga mulai masuk ke email saya ttg siapa dibalik pemboman tadi dan juga yg lebih ekstreem adalah issu Revolusi Politik pasca Presiden SBY dilantik. yap, berbagai macam issue mulai berkembang merespon peristiwa pagi tadi, dan pasti akan terus berkembang seiring proses pemulihan terjadi.

Mereka (teroris) benar2 lihai memanfaatkan kelalaian BIN dan POLRI yg sdg fokus ke pilpress
dan juga sukses menjadikan menjadikan MU ( Manchester United) sbg "DUTA" travel warning negara kita dan juga menjadikan Tim Mackay (holcim) sbg awal kehancuran investasi, dgn kata lain ada skenario yg matang...dan bukan 1-2 minggu direncanakan. yang pasti terorisme indonesia sudah menunjukan tanda2 kebangkitan nya, sudah saatnya kita mulai perduli dengan lingkungan kita dan menjaganya bersama-sama.

Mudah2an tragedi tadi pagi akan menjadi momentum bagi para pemimpin bangsa dan juga kita sebagai warga negara untuk bisa saling melengkapi dan menyayangi satu sama lain, bukan malah menjadikan ini wacana politik yg jorok ataupun mengaitkan nya dgn SARA, karena tidak ada agama yg mengajarkan umatnya untuk membunuh, tidak ada Tuhan yg memerintahkan Hambanya untuk melukai dan tidak ada satu ajaran pun di bumi ini yg menghalalkan pembunuhan. mari menangis bersama jakarta sore nanti, di gereja terdekat, Pura, wihara, selepas maghrib nanti atau dimana saja..karena pada akhirnya kita akan menjadi satu saja.
Indonesia.

mudah-mudahan Indonesia kuat menghadapi ini semua dan tetap menjadi Indonesia yg saya rcinta

Wednesday, 10 June 2009

Dangdut is The Music of Cirendeu County

Kamis 4 Juni 2009 perasaan saya mulai tidak enak ketika saya akan pulang dari kantor dan mendapati beberapa orang tetangga saya sdg ramai2 mendirikan tenda berukuran sedang dan merapihkan beberapa bangku-bangku, "waduh .. hajatan nih" begitulah kira-kira isi hati saya sore itu. pelan-pelan saya turunkan kaca mobil lalu menyapa pak Haji yg sepertinya menjadi Tuan Rumah dr hajatan tersebut "Salamualaikum Ji..waduh ada hajat ya Ji..", 'iye dek..dateng ya sabtu..' seperti itulah sapaan singkat kami sore itu. Dalam hati berfikir, wah aman deh..si Haji yg hajatan.

Tapi saya kembali nyengir-nyengir kecut waktu pagi ini, sabtu 06 Juni 09 saya melongok keluar rumah untuk sekedar melihat-lihat sekalian kalo ada bubur ayam. WAK WAW!!!..sebuah panggung berukuran lumanyun (lumayan) besar sudah membelakangi rumah saya. iya pembaca..membelakangi rumah saya dan salah satu sound tembak (sound besar) nya mengarah ke samping rumah. Yak ..itulah realitas kehidupan bertatangga disini, Toleransi yang memang harus dibayar mahal dgn mendengarkan hingar bingar musik dangdut berkekuatan besar dengan adrenaline ekstra tinggi yg akan dimulai (biasanya) pukul 13.00 dan berakhir pkl 02.00. Toleransi yg harus membuat saya memastikan anak saya tdk kaget-kagetan mendengar dentuman bass dan gendang atau teriakan biduan-biduan yg gemar sekali bertereak 'yaaaaaaaaaaaa...gimanaaaa
aaaa mau lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiii' dgn tereakan yg POLL. sambil sesekali ditengah-tengah lagu mendesah-desah "ahhh uhhh ahhh oohhh" tidak jelas. Atau si MC yg senang sekali menyampaikan "atensi" atau sekedar memanggil-manggil tokoh-tokoh (preman ) untuk naik ke panggung dan 'nyawer' sebanyak-banyaknya.

Mungkin sebagian teman-tean ada yang ketawa membaca deskripsi situasi diatas sambil mikir 'gile..si Nandi apal betul ama seluk beluk dangdut'. Yap, saya lumayan hapal dengan lika liku situasi musik Dangdut, karena selama 3 tahun saya tinggal di sini hampir setiap weekend (jumat,Sabtu) selalu terdengar sayup-sayup musik dangdut yg dibawa oleh angin masuk ke rumah saya dan tertangkap oleh telinga saya, kalau untuk di kampung saya sendiri setidaknya setiap musim kawin (kata orang) yaitu bulan Syawal, setelah lebaran Haji atau pertengahan tahun seperti saat ini selalu ada pagelaran Dangdut.

yang menyedihkan sebenarnya adalah kadang-kadang pagelaran ini diisi dengan aksi-aksi berlebihan dari biduan dangdut dgn gerakan-gerakan erotisnya, teriakan-teriakan 'jorok'nya, pakaian biduan nya yg membuat saya malu-malu kepingin melihat tapi malu tapi ingin tapi malu hehe..
Diatas itu semua yang menjadi keprihatinan saya adalah pagelaran yg menurut saya seharusnya dimasukan ke kategori BB 17+ ini disaksikan juga oleh anak-anak dan remaja tanggung yg seharusnya blum boleh menyaksikan ke'jorokan' tadi. Dan pagelaran ini juga dilakukan dekat dgn Masjid sehingga seakan ada ironis ketika melihat aksi mereka di panggung lalu kita melihat Masjid yg kita tahu bersama bahwa Islam sama sekali tdk setuju dgn hura-hura, mengumbar aurat dan minuman keras (yg satu ini wajib ada di dangdutan). Dan hampir seluruh warga disini, termasuk saya adalah Islam.

itulah Cirendeu tercinta, kampung saya yang membuat saya akan selalu ekstra hati-hati mengawasi perkembanga anak-anak saya nanti, Kampung sya tercinta yang selalu membut saya tertawa kecil di setiap akhir pekan, kampung saya yang mulai dipenuhi oleh TON HOS (town house), kampung saya yang sangat lantang menyuarakan Adzan, kampung saya yang mampu menjadikan Dangdut sebagai Tuan rumah di negerinya sendiri. Selamat menikmati Dangdutan teman-teman ..(seraya berfikir mengungsi kemana malam ini)



-cirendeu 07 06 09-

Monday, 1 June 2009

Nasionalisme..Ambalat, Manohara dan David Hartono

kurang lebih 1 minggu belakangan ini ada dua kata yang sangat sering saya dengar dan baca di media (kecuali urusan Politik dalam negeri), yaitu Manohara dan Ambalat, dan tentu saja kedua hal tadi tidak bisa dipisahkan dari dua negara yang (katanya) serumpun, yaitu Indonesia dan Malaysia. sebelum masuk lebih jauh ke masalah2 tadi saya harap oembaca (kalo ada) mampu objektif dlm menyikapi masalah2 yg akan saya bahas.. karena saya tidak terikata pada kepentingan apapun, tidak terbebani oleh lembaga mana pun, jadi semua murni pendapat saya sebagai seorang Nandi, jadi kalau ada kata2 atau kalimat dan pengertian yg salah ya anda boleh membenarkan

Manohara...
Manohara Odelia Pinot (mano) adalah model belia kelahiran Jakarta, 28 Februari 1992. Lahir dari seorang ibu keturunan bangsawan Bugis, Daisy Fajarina dan ayah berkebangsaan Perancis. Lalu bagaimana dgn status kewarganegaraan Mano? apakah dia WNI atau WNA? karena UU Kewarganegaraan kita mengatakan bahwa seorang anak yg lahir dr pasangan campuran akan menentukan kewarganegaraan nya pd saat ia berumur 18thn (Pasal 21ayat 3) dan sebelum usia 18thn anak tsb masih mempunyai kewarganegaraan ganda.
Tapi di pasal yg lain juga menyebutkan bahwa seorang WNI akan kehilangan kewarganegaraan nya saat ybs menikah dgn WNA.

"Perempuan Warga Negara Indonesia yang kawin dengan laki-laki warga negara asing kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia jika menurut hukum negara asal suaminya, kewarganegaraan istri mengikuti kewarganegaraan suami sebagai akibat perkawinan tersebut".(pasal 26 ayat 1)

kemudian ketika ternyata kabarnya Mano menikah dgn Fakhry pd tgl 26 Agustus 2008, timbul lagi pertanyaan baru saya.. berarti saat itu Mano berusia kurang lebih 16 thn, ini juga berarti bahwa disaat ia msh berkewarganegaraan ganda ia kehilanga pula kewarganegaraan nya... wah agak rumit, tapi sudahlah mari masalah tadi kita serahkan pada media dan para ahli ketatanegaraan utk membahasnya.

yg agak mengganggu sebenarnya adalah BLOW UP atau pemberitaan berlebihan ttg kasus manohara ini, yg konon katanya disiksa secara fisik, psikis dan seksual. tapi kasat mata, saya tidak melihat sama sekali ada bekas2 penyiksaan..yg saya lihat adalah dia berlari kegirangan, loncat2, ketawa ketiwi, maen HP dan tubuhnya terlihat bugar, jauh dr adanya kesan Trauma dan Ketakutan dan ancaman, padahal dari yg kita dengar bersama2 bhw mano menurut sang ibu disiksa habis2an oleh Fakhry, idealnya atau umumnya yg pasti terjadi adalah ketika kita telah mendapatkan "abusement" kita pasti akan merasakan trauma akan situasi tertentu apalagi menghadapi orang yg begitu banyak.

jadi, saya ingin media berimbang dalam hal pemberitaan. Tahukah anda 1 hari sebelum Manohara pulang ke Indonesia, kerabat dr Pembantu kakak saya di kampung meninggal di Arab Saudi karena diperlakukan tidak senonoh oleh majikan nya dan yang paling membuat saya gerah adalah bhw sampai saat ini Jenazah ybs belum dipulangkan!! lalu apa pantas kita membabibuta memberitakan mano yg sehat walafiat, gemuk, segar bugar dgn "eksklusif"sementara disisi lain setiap tahun ada saja WNI MATI di luar negeri tapi media hanya menanggapi dgn biasa2 saja. Apa mungkin karena ini menyangkut Malaysia makanya masalah ini menyulut emosi para teman2? saya berharap tdk demikian.

lalu bagaimana dgn DAVID HARTANTO WIDJAJA mahasiswa Indonesia yg mati di NTU Singapore.. investigasi dilapangan versi kepolisian singapore adalah david mati bunuh diri setelah berusaha membunuh profesor pembimbing skripsi nya, namun sejumlah kejanggalan muncul dan sejumlah analisa juga bermunculan bhw kalau kita gunakan pemikiran terbalik maka ada skenario bhw bisa saja si Prof lah yg berusaaha membunuh David krn merasa bhw hasil skripsi David dapat mengancam penemuan terakhir si Prof tsb. Tapi media hanya menjadikan berita ini sbg intermezo!! tidak ada ormas yg mengawal keluarga David seperti yg kita lihat pd hari kedatangan Mano, tidak ada respons! padahal sdh ada WNI yg MATI !!! (salut buat TV ONE yg masih mengangkat isu ini).

4 hr sebelumnya rasa nasionalis putra putri Indonesia kembali terbakar oleh ulah kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), yg melanggar wilayah perairan Indonesia beberapa waktu silam karena memasuki wilayah Ambalat, Kalimantan Timur,Indonesia.

lagi-lagi Indonesia (sebagian warga) melalui internet menunjukan sikap tidak berkelas dgn mengatakan PERANG SAJA, TEMBAK SAJA!! padahal prosedural PERANG tidak sedemikian gampangnya.
sebuah permasalahan yg melibatkan dua negara berdaulat harus terlebih dahulu dibawa ke International Court of Justice / Mahkamah Internasional (MI) untuk dibicarakan dan diambil sebuah keputusan akan permasalahan tsb, DAN ITULAH YG MEMANG DIINGINKAN OLEH MALAYSIA.. agar Indonesia Emosi membawa masalah Ambalat ke MI lalu KALAH di MI dan Ambalat menjadi milik Malaysia karena memang malaysia lebih apik dlm hal “Continuous presence, effective occupation, maintenance dan ecology preservation” yg menjadi acuan MI dalam menentukan sebuah putusan yg kurang lebih mengacu kpd pemeliharaan dan jarak pulau.

Hal ini telah terjadi pada kasus SIPADAN LIGITAN (bekas pulau indonesia yg kini milik Malaysia). kita kalah pd wkt itu krn dr sisi pemeliharaan pulau dan jarak pulau Sipadan ligitan lebih dekat ke Malaysia dan mereka (malaysia) telah membangun sarana pariwisata dan mercu suar disana. Belajarlah dr hal ini jgn lagi kita mengalami nasib yg sama!

kalau sdh seperti ini permasalahan bukan lg ada pada Orang lain atau negara lain, permasalahan ada di diri kita dan negara ini sendiri, saya umpamakan seperti ini : ada anak kecil yg membiarkan mainan lama nya terbengkalai, lalu setelah mainan itu di ambil dibersihkan dan dirawat oleh anak lain, si anak pertama td teriak2 mengakui bhw itu adalah mainan dia!

Terakhir, saya ingin mengajak teman-teman semua untuk belajar menyikapi sebuah masalah, kejadian, fenomena atau apapun yg menyangkut khalayak umum dan kenegaraan dgn cara "berfikir diluar kotak", dan tidak semata2 mempercayai berita di media dgn satu arah saja. kita tidak mau kan apabila sudah teriak2 perang tapi malah nanti kelihatan belang nya bahwa kita tdk bisa mengurus "rumah" kita sendiri.
atau kita mati2an membela orang (katanya) Indonesia tapi lebih senang berbicara menggunakan bahasa Inggris. ^_^